PENDALAMAN
TERAPI SHOLAT BAHAGIA
Oleh: Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M.Ag

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh saudara/i yang saya sayangi, semoga kita selalu dalam perlindungan Allah SWT dan limpahan kasih sayang-Nya. Pada hari Sabtu, 23 November 2019 kami mendapatkan ilmu tentang pendalaman terapi sholat bahagia, yang disampaikan langsung oleh Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M.Ag. Terapi ini sudah sering dilaksanakan, baik di dalam maupun luar negeri. Dengan membaca selama satu jam buku 60 Menit Terapi Shalat Bahagia, kita sudah bisa memahami makna dari kalimat kunci: SUBHAN TURUT HADIR DI MASJID UNTUK AKSI SOSIAL dan diharapkan mendapatkan kedahsyatan pengaruh shalat terhadap kehidupan anda. PTSB memberikan bimbingan dan praktek shalat agar anda memahami dan mengingatnya lebih kuat dan bisa memantapkan keyakinan akan kebesaran Allah, percaya diri, dan optimis akan penyelesaian semua masalah menuju hidup bahagia. Wajah penuh bahagia adalah cermin syukur kepada Allah. Hanya pribadi bahagialah yang bisa maksimal berkreasi, produktif dan membahagiakan orang lain.
v P= Sudah membaca buku TSB
v T= Cara shalat secara detail
v S= Shalat (Tumakninah, Tawakal, dan Qana'ah)
segala sesuatu (masalah) dapat diselesaikan dengan shalat atau dapat kita atasi dengan the power of shalat.
v B= Bahagia
Spesifikasi PTSB yaitu:
l Al-Qur'an dan Hadits
l Arabic? complement
l Drive ->spiritual gravitation
l Positive thinking, Self-Confidence
Semua rencana Allah pasti lebih baik, segala sesuatu pasti ada hikmahnya. Allah SWT berfirman:
"Barangsiapa tidak senang dengan keputusan dan takdir-Ku, maka hendaknya segera mencari Tuhan selain Aku" (HQR. At-Thabrany).
"Barangsiapa tidak beriman pada takdir-Ku, enak atau tidak enak, maka Aku tidak akan mengurusinya lagi" (HQR. Abu Ya'la).
Jangan suka mengeluh! Jika kesusahan laporlah kepada Allah.
Berikut merupakan testimoni pembaca PTSB sebagai berikut:
a. "Saya termangu... buku ini menuntun kita untuk tenang dan pasrah, yakin Allah memberi yang terbaik." (dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, Dr.PH, Menteri Kesehatan RI)
b. "Buku ini menjadikan kita mereguk rasa pahit..." (Prof. Dr. Moh Sholeh, PNI, Penulis Buku Terapi Shalat Tahajjud)
c. "Enak bahasanya lugas dan kuatkan paradigma baru kedokteran: holistic" (Prof. Dr. Suhartono Taat Putra, ds, MS. Ketua Komisi Teknologi Kesehatan dan Obat Dewan Riset Nasional)
d. "Karya yang luar biasa...jadi penintun bagi para perindu shalat." (Prof. Dr. Nur Syam, M.Si, Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementrian Agama RI)
e. "Mengalir dan lincah, tapi mendalam dan inspiratif..." (KH Abdusshomad Buchori, Ketua umum MUI Jawa Timur)
f. "Seperti diperkenalkan kepada kekasih... Doa rukuk dan sujud...angin syurga, penuh cinta." (Sang Pendamba Cinta, Opick)
g. "Cocok untuk muslim di Eropa." (Suze D. Hanapi binti van de reep, Alliance Analyst - KI.M Royal Dutch Airlines, Amsterdam)
h. "Pencerah kalbu, TKI di Hong kong jadi fokus kerja dan bahagia walaupun jauh dari keluarga." (Teguh Wardoyo, Konsul Jenderal RI di Hong kong, 2013 Dubes Yordania)
i. "Siap mati melalui rukuk membuat saya nikmat dan damai." (Drs. H. Kholid Sholeh, M.pd, Mantan Pengurus Thariqat Nasyabandi di Tokyo)
j. "Baru tahu, hanya manusia yang bisa sujud, ada aliran darah baru" (Akhudiat, Teaterwan Nasional)
k. "Saya jadi sabar hadapi macam-macam orang" (Hj. St. Fatimah D. Angelia, Pondok Fatimah Hong kong)
Mereka yang sudah mengikuti PTSB adalah yang paling berhak menjawab pertanyaan, " pentingkah PTSB?". Ikuti testimoni mereka yang telah berhasil merubah mindset untuk ikhlas dan ridho atas keputusan Allah, lebih percaya diri, optimis, tenang ditengah keluarga, dan kesembuhan dari beberapa penyakit setelah mengikuti PTSB. Bukan founder dan bukunya yang hebat, tapi semata-mata penghayatan shalatnya yang luar biasa. Tujuan utama shalat adalah kokohnya mindset T2Q (tawakal, tumakninah, dan qana'ah),sedangkan kesembuhan, rizki dan sebagainya hanya bonus semata, sekalipun semua itu sangat kita butuhkan.
Sebelum shalat, sebaiknya anda menyiapkan Daftar Anugrah (DA), yaitu apa saja nikmat besar Allah yang telah anda terima, agar pernyataan syukur anda terfokus selama shalat. Anda juga perlu mencatat apa saja masalah hidup dan apa saja harapan anda. Dengan bantuan Daftar Masalah dan Harapan (DMH) yang telah disiapkan itu, anda bisa rukuk dan sujud lebih lama dengan penuh penghayatan. Untuk mengajukan permohonan kepada presiden saja, anda menyiapkan kalimat yang sebaik dan sesopan mungkin. Mengapa untuk berdoa kepada Allah, anda tidak menulis doa dengan pilihan kata dan kalimat yang terbaik sebelum shalat?.
Adapun syarat doa sebagai berikut: stop complaning (jangan komen), allah tau kapan dan apa yang terbaik untuk kita, dan merubah mindset. Memasuki terapi shalat bahagia, urutan dalam shalat yaitu: berdiri (subhan), ruku (turut), i'tidal (hadir), sujud (masjid), duduk antara dua sujud (aksi), tasyahud (sosial). Renungan/doa tidak boleh diucapkan karena akan membatalkan shalat, jadi bacalah dalam hati. Renungan ini dibaca setelah membaca bacaan shalat di setiap gerakan.
NO
|
POSISI
|
KATA KUNCI
|
RENUNGAN/DOA
(Dalam Hati, Tidak Boleh di ucapkan)
|
1
|
Berdiri
|
SUBHAN: (Syukur, Bimbingan, Ketahanan Iman)
|
1. Syukur: "Wahai Allah, aku bersyukur atas semua nikmat-Mu,"
2. Bimbingan: "Bimbinglah aku dan keluarga agar tetap dijalan yang benar".
3. Ketahanan Iman: "Berilah aku ketahanan iman untuk melawan hawa nafsu agar selamat dari kesesatan dan murka-Mu".
Tambahan (jika ingin lebih detail):
1) Aku berterima kasih atas semua nikmat-Mu, yaitu (1)...(2)...dst (sebutkan daftar anugrah). Ampunilah aku, karena sering mengeluhdan kurang berterima kasih kepada-Mu
2) Wahai Allah, setiap saat, aku, istri/suami dan anak-anakku menghadapi godaan dosa, terutsms godaan harta dan nafsu terhadap pria atau wanita yang engkau haramkan. Berikan kami ketahanan iman agar ketampanan, kecantikan, kekayaan, dan fasilitas kekuasaan tidak menjerumuskan kami ke dalam dosa.
|
2
|
Rukuk
|
TURUT: (Tunduk, Menurut)
|
1. Tunduk: "Wahai Allah, aku tunduk mambungkuk kepada-Mu. Aku bertasbih dan menyerahkan hidup-mati, sehat-sakit, kaya-miskin, dan semua persoalan kepada-Mu".
2. Menurut : "Aku menurut kepada semua perintah-Mu. Ampunilah dosa-dosaku".
Tambahan (jika ingin lebih detail):
1) Wahai Allah, aku mempunyai masalah, yaitu...(lihat daftar masalah dan harapan)
2) Wahai Allah, aku ikhlas, ridho, tidak mengeluh atas masalah tersebut. Jika pernah mengeluh, itu karena kebodohanku. Ampunilah aku.
3) Wahai Allah, aku yakin (3x) Engkau pasti (3x) menyayangi aku, dan tidak mungkin membiarkan aku sendirian menghadapi masalah dan harapanku itu.
4) Wahai Allah, aku pasrah (3x) aku pasrahkan masalah tersebut kepada-Mu. Terserah engkau, sebab engkau pasti (3x) memberi yang terbaik untukku. Aku ikhlas apapun keputusan-Mu.
|
3
|
I'tidal
|
HADIR: (Hak pujian, Takdir)
|
1. Hak pujian: "Hanya engkau yang berhak dipuji. Ampunilah aku karena terlintas mengharap pujian manusia"
2. Takdir Allah: "Semua hal terjadi atas takdir-Mu. Aku ridho dan ikhlas menerimanya."
Tambahan (jika ingin lebih detail):
1) Wahai Allah, hapuskan di hatiku dari mengharap penghormatan, pujian dan terima kasih orang. Sebaliknya, jadi kan aku selalu menghormati, menghargai dan berterima kasih kepada orang. Kuatkan kesabaranku menghadapi cacian dan kezaliman orang.
2) Aku ikhlas, ridho, tidak mengeluh atas semua takdir-Mu. Rencana-Mu pasti (3x) lebih baik dari rencana hidupku. Takdir-Mu pasti (3x) yang terbaik untukku.
|
4
|
Sujud
|
MASJID: (Maaf, sinar, jiwa dan raga)
|
1. Maaf: "Maafkan dosa-dosaku, bapak-ibu dan keluargaku."
2. Sinar: "Sinarilah hati, lidah, mata, dan telingaku agar selalu berbuat yang engkau ridhoi".
3. Jiwa dan raga: "Jiwa dan ragaku dalam kekuasaan-Mu. Aku serahkan hidup-mati, sehat-sakit, kaya-miskin, dan semua persoalan kepada-Mu".
Tambahan (jika ingin lebih detail):
1) Wahai Allah, ampunilah aku, kedua orang tuaku, istri/suami, dan anak-anakku, lebih-lebih mereka yang telah meninggal dunia. Jauhkan mereka dari siksa kubur dan neraka. Jadikan kuburan sebagai taman surga yang menyenangkan mereka. Jika dalam pandangan-Mu ada kebaikan pada diriku, jadikan kebaikan itu bagian dari pahala yang teralirkan untuk ibu-bapakku, guru-guruku, keluargaku, dan semua orang yang berjasa mengantarkan aku sampai aku menjadi "orang" seperti saat ini.
2) Berikan cahaya-Mu untukku, istri/suami dan anak-anakku, agar hatiku bersih dari iri dan dengki. Jadikan semua perkataan kami benar dan menyemangati semua orang serta telinga kami peka terhadapAl-Qur'an dan panggilan Adzan.
3) Lanjutkan doa seperti pada posisi rukuk, pada poin tambahan nomor 1-4, dan kaitkan dengan daftar masalah dan harapan anda.
|
5
|
Duduk antara dua sujud
|
AKSI: (Ampunan, kasih, sejahtera, iman)
|
Wahai Allah, berilah aku: "Ampunan, kasih, sejahtera, dan iman"
Tambahan (jika ingin lebih detail):
1) Wahai Allah, ampunilah dosa-dosaku.
2) Kasihilah aku. Cintailah aku. Jadikan hidupku penuh kasih bersama keluarga dansemua manusia. Kasihanilah aku yang telah berusaha keras untuk membahagiakan keluargaku. Kepada siapa lagi aku memohon belas kasih jika bukan kepada-Mu.
3) Berilah aku rizki yang melimpah untuk keluarga, syiar agama, dan menolong fakir miskin. Jadikan aku lebih senang memberi daripada diberi. Berilah aku kesehatan dan kesembuhan dari semua penyakit.
4) Kuatkanlah imanku, agar aku semakindekat dengan-Mu, sabar dan tegar menghadapi apapun cobaan dari-Mu.
|
6
|
Tasyahud
|
Sosial: (solawat, persaksian, tawakal)
|
1. Sholawat: "Sholawat dan salam untuk Nabi SAW. Berikan aku kekuatan menyontoh akhlaknya".
2. Persaksian: "Aku bersaksi, tiada tuhan selain engkau, dan Muhammad adalah utusan-Mu. Jadikan syahadat pegangan dan penutup hidupku".
3. Tawakal: "Aku serahkan hidup-mati, sehat-sakit, kaya-miskin dan semua persoalan kepada-Mu".
Tambahan (jika ingin lebih detail):
1) Jadikan aku, istri/suami dan anak-anakku berakhlak seperti nabi-Mu. Mudahkan aku dan keluarga beribadah di Mekah dan Madinah, serta berdoa di dekat makam nabi-Mu. Aku berharap di hari kiamat kelak, mendapat syafa'at nabi-Mu. Di surga, engkau pertemukan kami sekeluarga dengan nabi-Mu.
2) Jadikan syahadat penambah percaya diriku, penghilang kecemasanku, penyemangat kerjaku, dan penguat optimisku. Jadikan laa ilaha illallah kata terakhirku ketika malaikat Izrail mencabut nyawaku.
3) Lanjutkan doa seperti posisi rukuk, pada poin tambahan nomor 1-4, dan kaitkan dengan masalah dan harapan anda.
4) Wahai Allah, sekarang aku lebih bahagia. Aku akan menoleh ke kanan dan ke kiri. Berikan kemudahan hidup, kesuksesan dan kebahagiaan semua orang disebelah kanan dan kiriku, assalamu'alaikum warahmatullah.
|
Berikut pedoman penyusunan doa, yaitu:
1. Ceritakan masalah anda secara rinci dan fokus.
2. Katakanlah anda ikhlas, ridho dan tidak mengeluh atas masalah anda.
3. Katakanlah anda yakin (3x) Allah pasti (3x) Maha kuasa menolong anda.
4. Katakanlah anda pasrah (3x) kepada Allah atas apapun krputusan-Nya.
Bisakah shalawat Nabi untuk pengantar doa ? Shalawat adalah doa khusus untuk Nabi SAW. Tapi, anda boleh mengaitkan-Nya dengan masalah dan harapan anda. Contoh:
Shalawat dan Doa
By: Moh. Ali Aziz
Ya Rabbi sholli 'ala Muhammad
Ya Rabbi sholli'alaihi wasallim
Wahai Allah kami bersholawat,
Dari nabi kami harap syafa,at
Wahai pengampun segala dosa,
Ampuni kami dan orang tua
Wahai Allah, Yang Maha Kuasa
Berikan rahmat untuk orang tua
Ya Rahman Rahim Maha Pemurah,
Mudahkanlah kami ziarah ke mekkah
Wahai penyembuh semua penyakit,
Sembuhkan semua hamba-Mu yang sakit
Wahai pengatur alam semesta,
Jadikan kami keluarga bahagia
Ya Razzaq Allah Yang Maha Kaya,
Berikan kami rizki yang berkah
Wahai pengendali langit dan bumi,
Gagalkan orang dhalim pada kami
Wahai pengasih tiada batas
Kuatkan kami sabar dan ikhlas
Alhamdulillah, begitu banyak pelajaran dan manfaat yang dapat kita rasakan setelah mengikuti dan mempraktekkan 60 menit terapi shalat bahagia ini. Untuk pembelajaran lebih detail mengenai terapi ini, segera dapatkan bukunya dengan menghubungi 0812117794467 atas nama Baiti Rahmawati dengan harga Rp.80.000/pcs.
Sekian dari saya, terima kasih atas partisipasi kepada saudara/i yang berkenan mengunjungi blog saya. Semoga blog ini dapat menjadi media pembelajaran yang bermanfaat untuk kita semua.kurang lebihnya mohon dimaafkan. Terima kasih, Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.